Jumat, 23 November 2012



DUBAI-MILAN

Jam 03.30 waktu dubai, kami bersiap-siap masuk pesawat,  dengan penerbangan EK-101 tujuan Dubai-MIlan. Pesawat tinggal landas menuju Milan jam 0.4.30 waktu dubai menuju bandara international  Malpensa (Milan).  Bandara ini merupakan bandara terbesar ke dua setelah bandara Roma. Penerbangan menuju Milan ditempuh selama 8 jam, selama perjalanan, hanya diiringi mimpi-mimpi indah mengenai kota Milan yang terkenal dengan kota yang unik dengan berbagai cerita legendaris pada abad 16. Kira-kira, kami sampai di Milan jam 12.00 siang. Selanjutnya kami menuju ke bagian pengecekan paspor lalu ke ruang pengambilan bagasi  untuk pengambilan barang. Tak lama kemudian kami keluar menuju parkiran bis di depan bandara Malpenza. Kami sudah ditunggu bis Lorenzo yang siap mengantarkan kami menuju ke kota Milan. Setelah semua berkumpul, kami dan rombongan naik bis meluncur ke kota Milan. Jarak tempuh dari bandara international Malpenza  ke kota Milan  selama 2 jam, yang melewati jalan tol Milano-Varese. Sepanjang jalan menuju Milan, banyak dilihat perkebunan anggur, bangunan tua yang indah , unik dan memiliki nilai seni yang tinggi menambah semarak perjalanku  menuju Kota Milan, yang ditambah suasana sejuk,  dan dingin mengingatkan kami sekarang di belahan bumi subtropik yang memiliki 5 musim. Cuaca yang cerah,  suhu antara 14-16 derajat celcius  yang menghantarku selama perjalanan.  Kadang-kadang terlihat di sisi kanan jalan nampak gulungan mulsa jerami gandum yang dibungkus plastik  bagaikan bola salju besar yang penting saat musim dingin. Mulsa ini digunakan sebagai cadangan makanan ternak saat musim dingin tiba.  Setelah 1,5 perjalanan, kami berhenti Aoutogrill (rest area) selama 15 menit. Kami masuk toko dan berjalan jalan menikmati suasana pertokoan untuk belanja. Kami  mencari oleh oleh asli Italia, ternyata di sini tidak dijual Pizza , yang ada hanya coklat dan souvenir. Harga di sini berkisar 4 sampai 30 euro. Coklat isi 10 dijual  5 euro atau berkisar 65 ribu rupiah. Sedang souvenir gantungan kunci dijual dengan harga 3 euro. Setelah cukup, kami  masuk ke bis , untuk melanjutkan perjalan ke kota Milan.  Jam 15.00. kami sampai di kota milan, dan langsung menuju ke Polytehnico Milano. Suasana saat itu, Hujan deras, sehingga kami harus menunggu hujan reda, mengingat jarak ke kampus harus ditempuh dengan jalan kaki, sementara bis di parkir jauh dari kampus. Sesampai di sana, kami disambut langsung oleh Mrs. Julia selvaciali, seorang dosen di polytehnico Milano. Kami di antar masuk ke ruangan dan dijamu  dengan makanan khas italia yaitu aneka roti dan jus. Setelah kami jajaki makanan dan minuman , kami duduk menunggu direktur  datang, Tak lama direktur datang, kami beserta rombongan bersalaman.  Kemudian pak direktur memampangkan presentasi mengenai profil, visi, misi dan prestasi Polytehnico Milano. Polytehnico Milano sebagai polytehnik yang tertua di  italia yang berdiri tahun 1865 yang mencetak scientis  dari S1 sampai S3 dari multi tehnik. Bahkan dosennya ada yang pernah meraih nobel,  dan menduduki  4 besar terbaik dunia. Setelah selesai pemaparan, diadakan tanya jawab, tukar menukar souvenir dan foto bersama.
Selanjutnya kami berpamitan, lalu menuju ke bis untuk melanjutkan perjalanan  ke Hotel Hilton untuk istirahat. Kami menginap di Kota Milan selama 1 hari.  Keesokan harinya, kami melanjutkan  perjalanan ke pusat perbelanjaan dan tempat tempat wisata di kota Milan. Sesuatu yang  teringat di pikiran saya saat makan pagi, tidak disediakan nasi, yang ada hanya roti, keju, telur , buah, kopi dan teh. Ini pengalaman kami yang membuat kami  agak canggung. Nasi sulit ditemukan,  hanya ada di restoran cina. Kami keluar hotel jam 08.00 pagi waktu Milan, dan suasana masih sepi , redup, dingin dan suhu berkisar antara 10-14  derajat celcius. Ada sebuah bis besar di depan hotel siap mengantar kami untuk  implentasi dan orentasi kota Milan. Sampai di kota Milan jam 08.30. Kemudian kami observasi kota Milan. Konon Milan  merupakan kota pusat busana, ekonomi dan keuangan di Italia. Kota Milan terletak di sebelah utara Italia di hamparan Lambardia yang merupakan kota termaju di Italia. Kami berkunjung ke perbelanjaan tua yang disebut Galleria Vittoria Emanuale di Pizzamo duomo dan mencicipi roti terkenal manisnya yaitu Panettone. Disini banyak ditemukan souvenir khas Milan, baju, kaos , tas dll. Victtoria Emanuale , seorang raja yang dapat mempersatukan bangsa italia. Kemudian kami melanjutkan ke Kastilsforza, sebuah bangunan tua yang bersejarah yang di dalamnya terdapat arpetak istana dan patung Michelangelo. Kemudian masuk ke musium Arkeologi, museum kuno dan museum alat musik. Kami sangat menikmati suasana Milan, saat itu udara sangat bersahabat, suhu 14-16 derajat, sedikit sinar cahaya matahari menyentuh kulit, menyebabkan terasa hangat di kala dingin. Jalan-jalan bersih, rapi, yang ditepinya selalu dipadati pejalan kaki. Sesaat, hiruk pikuk , silih berganti monerel dan bis saling datang pergi menghantarkan turis, gedung-gedung tua yang ikut menyemarakan indahnya kota Milan. Tak terasa jam sudah menunjukkan  17.00 waktu Milan, kami harus kembali ke bis, dan melanjutkan ke perjalanan ke Hotel Hilton untuk istirahat.  

Bersambung.........




Selasa, 20 November 2012


JAKARTA TO DUBAI AIRPORT

Tepat Jam 18.30 pesawat tinggal landas menuju Dubai. Perjalanan Jakarta-Dubai  di tempuh selama  8 jam. Ini suatu perjalananku yang paling lama selama  ini.  Sebuah perjalanan yang melelahkan  berbaur menyenangkan mengiringiku dalam setiap langkah menuju ke Milan. Untuk mengisi  waktu,   kami hanya main-main I pad, sekali-kali berusaha memejamkan mata untuk bisa tidur, tapi apa daya , mata tetap nggak bisa di ajak untuk tidur.Tak terasa, waktu udah menunjukkan  jam 02.00 malam waktu Dubai. Ini artinya 1 jam lagi saya akan sampai di Semenanjung Arab. Sambil menunggu waktu, hanya doa-doa yang kupanjatkan. Beberapa menit kemudian, salah satu awak maskapai Emirates Airways mengumumkan, “sebentar lagi sampai di Bandara Dubai International,  diharapkan para penumpang mengencangkan ikat pinggang”. Detik-detik mendaratnya pesawat, mengapa hatiku berdetak-detak ? apakah ini baru pertamaku menginjak Semenanjung  Arab?  Pitaku dalam hati. Tak lama kemudian  pesawat Emirates Airways Boing 7000 ER 300 mendarat di Bandara International Dubai.  Beberapa saat kemudian, seluruh penumpang keluar  dan langsung dijemput bis menuju ruang transit. Tak saya pikirkan sebelumnya, jarak ruang kedatangan  menuju ke ruang transit cukup jauh.  Kami sampai di Dubai International jam 03.00 malam. Sesuatu yang membuat saya kagum, padang pasir di semenanjung teluk  Persia yang begitu luas   telah disulap menjadi kota pantai yang begitu ramai dan mempesona. Sebuah pemandangan yang indah, kerlap kelip lampu  disertai gedung pecangkar langit yang dihiasi lampu  warna-warni menambah semangat dalam perjalananku sampai di Dubai. Kira-kira 10 menit perjalanan, saya sampai di ruang transit, kami dan rombongan langsung menuju ke pengecekan paspor, selanjutnya  menuju ruang tunggu. Perjalanan akan dilanjutkan ke Milan Naik Pesawat Emirates Airways jam 04.00  waktu Dubai. Jadi masih ada waktu 1 jam untuk melepaskan rasa lelah dan ngantuk, dan melenturkan otot kaki. Tak lama kemudian kami  bersama rombongan berjalan-jalan di sekitar ruang tunggu. Suasana malam sungguh menakjubkan, bagaikan jamur tumbuh di musim hujan, dengan hiruk pikuk manusia dari berbagai ras, negara yang menggunakan dubai sebagai kota transit, sehingga banyak orang berlalu- lalang untuk melakukan transaksi. Suasana menjadi ramai memadati supermarket  yang melayani pembeli selama 24 jam. Di lokasi ini dijumpai barang-barang berkelas dunia.  Mulai emas asli Dubai, dasi italia, sepatu , parfum asli perancis dll. Transaksi hanya bisa dilakukan dengan uang dinar, Euro dan dollar Amerika. Suasana malam itu ,  bagaikan Supermall  yang  dipadati orang  belanja. 


Bersambung .......

Senin, 19 November 2012


Sambungan bagian 2

PEMBERANGAKATAN MENUJU DUBAI

Sabtu pagi  tanggal 22 september 2012, Sehabis makan pagi, kami bersama rombongan berjalan-jalan di sekitar hotel menuju ke jalan Duren Tiga dan pasar minggu hingga sampai ke Pancoran sambil menikmati  suasana pagi di Jakarta,  kebetulan sabtu merupakan hari libur sehingga banyak ditemui orang  jalan pagi. Kami duduk sebentar menghilangkan rasa capek dan penat kaki, selanjutnya kami dan rombongan berbalik arah menuju ke jalan pasar Minggu untuk Kembali ke hotel Kaisar.  Kira-kira jam 0.9.00, kami sampai di hotel dan duduk-duduk di lobi hotel menunggu informasi kegiatan dari panitia. Memanfaatkan waktu senggang, kami bersama rombongan  sekali-kali  ceprat cepret dengan gayanya yang klasik. Tak lama kemudian, Mas Sugeng datang, dan menginformasikan semua peserta benchmarking segera kumpul di ruang 301 lantai 1, untuk menerima pengarahan dari pak Wastandar. Beliau sebagai pimpinan program benchmarking ke Eropa. Tak lama kemudian peserta masuk ruangan,  dan bertemu  dengan pak Rahmansyah. Beliau sebagai team yang mengatur perjalanan kami selama di Eropa. Beberapa menit kemudian, pak Wastandar datang, yang di dampingi oleh mas Jaka dan mbak Titah, sebagai perwakilan dari Kemendiknas. Acara meeting dimulai jam 11.00, diakhiri jam 12.00 siang. Acara selanjutnya  pembagian paspor, visa dan tas untuk perjalanan. Usai penyerahan dokumen perjalanan, kami bergegas masuk ke kamar untuk persiapan pemberangkatan. Kami diberi waktu hanya 15 menit untuk siap-siap, dan harus kumpul di lobi sambil membawa koper masing-masing. Kemudian kami sambil duduk-duduk di lobi menunggu jemputan datang. Tak lama kemudian bis Cipaganti meluncur dari depan hotel, masuk di plataran hotel. Kemudian seorang pegawai hotel menghampiri kernet. Pegawai hotel, kemudian balik menuju ke lobi, dan memberitaukan  mobil jemputan sudah datang. Lalu kami dan rombongan bergegas menuju  bis.
 Kira-kira jam 13.00 bis berangkat menuju ke bandara Sukarno-Hatta. Selama perjalanan kami ditemani pihak panitia, yaitu Mas Sugeng dan Mas Wahyu. Beliau berdua yang bertanggung jawab masalah pemberangkatan  dan kepulangan nanti sampai di Indonesia. Tepat jam 15.00 kami  sampai di bandara dan dikumpulkan di di depan Gate 2A pemberangkatan ke luar negeri. Di sana sudah ditunggu  mas Niman dan mas Sopyan, Dia yang membantu pengurusan masalah  bagasi saat di bandara.  Jam 17.00, Kami cek in  dan harus antri satu-satu untuk pengecekan paspor diplomatik, alhamdulillah lancar dan cepat. Setelah selesai kami menuju ke tempat tunggu pemberangkatan pesawat Emirates Airways Gate E8 jurusan Milan transit di Dubai Uni Emirate Arab. Pesawat akan terbang jam 18.30 sore,  jadi masih ada waktu untuk melepas lelah, saya rebahkan  badan dan letakan tas jinjing sambil  menunggu waktu, kupejamkan mataku, tapi sulit terpejam. Mungkinkah karena angan-anganku tuk sampai  tanah jazirah Arab, yang konon merupakan tanah bersejarah umat islam. Jam 16.30, semua penumpang masuk ke pesawat Boeng 7000 ER 300, semua antri dan masuk satu persatu melewati pintu utama sambil memegangi tiket. Saya mendapat kursi 25 E yang dekat jendela, suatu tempat yang nyaman. Kami masuk ke pesawat dan di sambut dengan ramah pramugari, pramugara yang berpakaian sopan sehingga menambah senang perjalananku ke Eropa.  Setelah masuk pesawat,  sebuah pesawat berbadan lebar dengan fasilitas lengkap akan menemaniku dalam perjalanan ke Milan Italia. Suasana nyaman, tenang, sekali kali diiringi senyuman pramugari pramugara yang manis, sambil menawarkan makanan dan minuman selama penerbangan. 


Bersambung........

Senin, 12 November 2012

Perjalananku di Dua negara


Jumat, tanggal 21 september 2012, suasana yang tenang, terang dan sedikit mendung.  Habis sholat jum’at, jam 14.00, Suasana indah mengantar kepergian saya ke Jakarta.  Bersama pak Riswan, salah satu kawan saya mengantar sampai  di hotel  berbintang di jalan Duren tiga. Tak lupa , istri, anak dan pengasuh anak saya turut mengantar sampai sana. Bersama Avanza B.1559 NKN  keluaran terbaru,  langsung meluncur dan masuk pintu tol Balaraja timur menuju ke hotel kaisar, dan keluar tol Mampang, menuju jalan pasar Minggu. Kira-kira 1 jam kami sampai dan, kami disambut oleh petugas hotel.
Tak lama salah satu dari petugas hotel menghampiri dan menanyakan
“ Bapak dari mana ?”.
“Kemendiknas, Pak.”
 Langsung saya diantar masuk hotel. Barang-barang di bawa dan masuk lift naik ke lantai 5, beberapa detik kami sampai di depan kamar. Tertulis kamar 521. Itulah kamar menginap selama 2 hari. Kemudian saya masuk, sebuah kamar yang indah lengkap dan bersih udah menunggu dan menemani saya selama 2 hari, ini adalah anugrah yang sebelumnya tak terpikirkan.
Kemudian bersama anak saya, Giovan bercerita,  sambil melihat TV yang tertata di pojok kamar. Waktu itu, sungguh kami bisa menikmati suasana hotel bersama keluarga.Taklama kemudian, terdengar suara pintu diketuk tiga kali.
“ Permisi “, lalu saya bergegas membuka, seorang laki-laki berbaju batik mengantar 2 nasi kotak padang ke kamar saya, Dia pegawai staf Kemendiknas yang tugasnya membantu peserta bechmarking  selama di hotel, namanya Mas Sugeng. Dialah yang menghandel semua keperluan makan siang dan malam, kecuali makan pagi, karena makan pagi disediakan di hotel.
Setelah menyerahkan 2 nasi kotak, mas Sugeng kembali ke ruang panitia, sambil berpesan ,
“Pak kalau ada kawan satu kamar datang tolong ke kamar 302 untuk ambil nasi,”
“Ya.. Mas.”
Beberapa jam kemudian, pintu kamar diketuk, kemudian saya buka, ternyata kawan lama peserta best practice yang asalnya dari Bali, namanya pak Putu. Dia satu kamar dengan saya. Kemudian saya kenalkan sama istri , anak dan pak Riswan.
Kira-kira jam 16.00, udara di luar agak mendung, segera  anak dan istri pulang.  Haru dan sedih  bercampur saat mau pisah dengan anak dan istri, biarpun air mata tak keluar tapi hati menangis untuk pisah sesaat dengan anak  istri untuk pergi ke luar negeri.
Detik-detik kepergian pulang , kupeluk anakku, “ Nak jangan nakal, ayah mau pergi, belajar ya” , kemudian kucium pipi anakku. Taklama kemudian saya pamit sama pak Putu tuk mengantar sampai teras hotel. Sedih rasanya, mengantar masuk mobil avanza B 1559 NKN, kemudian mobil melaju menuju jalan Duren Tiga dan keluar menuju arah semanggi.
Bersambung ........
Share this post :

Penyakit penggerek batang