Sabtu, 28 Februari 2026

Penyakit penggerek batang

Mekanisme patogenitas B. thuringiensis

Avicennia marina

LITTER PRODUCTION AND PHYSICO-CHEMICAL CONDITIONS I MANGROVE, Avicennia marina (Forsk) Vierh., SWAMPS AT KARACHI BACK WATERS AND BAKRAN CREEK

Pirzada Ja Siddiqui dan Rashida Qasim

Deaprtement of Biochemistry of Karachi, Karachi, Pakistan

Terjemahkan oleh

Wijiyono, S.Pd. M. Si.

Data hasil penelitian menunjukkan tentang produksi serasah dan faktor fisik-kimia seperti kelarutan oksigen, salinitas, pH dan suhu. Penelitian dilakukan di area yang spesifik dengan tanaman Avicennia marina ( Forsk) vierh. Produksi serasah bervariasi pada setiap musim. 74% total produksi serash diperoleh dari jatuhan daun. 26% sisanya berasal dari ranting, buah dan bunga. Jumlah produksi total berkisar antara 3.71+ 0.36 Tahun/ hektar. Pola Variasi dari kelarutan kandungan oksigen sama pada dua lokasi penelitian kecuali untuk besarnya nilai pada Back Water relatif rendah. Salinitas yang tinggi pada air laut menunjukkan rendahnya masukan air tawar ke laut. pH bersifat alkalin dan suhu bervariasi pada setiap musim.

Kata kunci: Produktivitas, mangrove, rhizosphere, Back water, Bakran Creek,jatuhan serasah.

LOMBA KREATIVITAS GURU 2011

Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-19 Tahun 2011
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 akan menyelenggarakan Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-19 Tahun 2011. LKIG adalah ajang lomba kreativitas bagi guru dalam upaya pengembangan proses pembelajaran guna mempermudah pemahaman ilmu pengetahuan bagi para peserta didik.

TINGKAT DAN BIDANG LOMBA
* Guru SD/sederajat: umum (salah satu pelajaran)
* Guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat: 2 Bidang yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan(IPSK) dan Bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi (MIPATEK)

RANGKAIAN KEGIATAN
18 Agustus 2011 : Registrasi Peserta
19 Agustus 2011 : Presentasi Finalis
20 Agustus 2011 : Audiensi dan Malam Penganugerahan Pemenang
21 Agustus 2011 : Kepulangan Peserta

HADIAH
Piala dan Piagam Penghargaan dari LIPI dan Uang Tunai dari AJB Bumiputera 1912
Hadiah I : Rp 12.000.000,-
Hadiah II : Rp 10.000.000,-
Hadiah III : Rp 8.000.000,-

PERSYARATAN
1. Peserta adalah guru yang mengajar pada lembaga pendidikan formal.
2. Belum pernah menjadi pemenang LKIG dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
3. Sistematika Penulisan : Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Isi/Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka.
4. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik HVS A4, berjarak 1½ spasi dengan jenis huruf Arial ukuran 11.
5. Karya ilmiah harus asli (bukan jiplakan/plagiat) dan belum pernah/sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis tingkat nasional.
6. Jumlah halaman karya ilmiah maksimal 25 halaman (termasuk sketsa/gambar/foto).
7. Melampirkan rekomendasi Kepala Sekolah dan Daftar Riwayat Hidup serta mencantumkan alamat dan nomor telepon/fax kantor/rumah/HP yang mudah dihubungi.
8. Karya ilmiah sebanyak 4 eksemplar (1 asli, 3 fotokopi) dan softcopy (CD) diterima panitia paling lambat tanggal 13 Agustus 2011.
9. Pada pojok kiri atas sampul ditulis tingkat dan bidang lomba yang diikuti.
10. Warna sampul karya ilmiah : SD (merah), SMP Bidang IPSK (kuning), SMP Bidang MIPATEK (biru), SMA Bidang IPSK (hijau), SMA Bidang MIPATEK (oranye).
11. Karya ilmiah dan alat peraga yang diperlombakan menjadi milik panitia.
12. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Informasi lebih lanjut:
Panitia LKIG ke-19 2011
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan IPTEK LIPI
Sasana Widya Sarwono Lt.V
Jl. Jend Gatot Subroto 10
Jakarta Selatan 12710
Telepon 021-52920839/021-5225711 Psw.273,274, dan 276
Fax. 021-52920839/021-5251834

http://www.lipi.go.id

Kisahku di dua Negara

Kisahku di dua Negara


Jumat, tanggal 21 september 2012, suasana yang tenang, terang dan sedikit mendung.  Habis sholat jum’at, jam 14.00, Suasana indah mengantar kepergian saya ke Jakarta.  Bersama pak Riswan, salah satu kawan saya mengantar sampai  di hotel  berbintang di jalan Duren tiga. Tak lupa , istri, anak dan pengasuh anak saya turut mengantar sampai sana. Bersama Avanza B.1559 NKN  keluaran terbaru,  langsung meluncur dan masuk pintu tol Balaraja timur menuju ke hotel kaisar, dan keluar tol Mampang, menuju jalan pasar Minggu. Kira-kira 1 jam kami sampai dan, kami disambut oleh petugas hotel.
Tak lama salah satu dari petugas hotel menghampiri dan menanyakan
“ Bapak dari mana ?”.
“Kemendiknas, Pak.”
 Langsung saya diantar masuk hotel. Barang-barang di bawa dan masuk lift naik ke lantai 5, beberapa detik kami sampai di depan kamar. Tertulis kamar 521. Itulah kamar menginap selama 2 hari. Kemudian saya masuk, sebuah kamar yang indah lengkap dan bersih udah menunggu dan menemani saya selama 2 hari, ini adalah anugrah yang sebelumnya tak terpikirkan.
Kemudian bersama anak saya, Giovan bercerita,  sambil melihat TV yang tertata di pojok kamar. Waktu itu, sungguh kami bisa menikmati suasana hotel bersama keluarga.Taklama kemudian, terdengar suara pintu diketuk tiga kali.
“ Permisi “, lalu saya bergegas membuka, seorang laki-laki berbaju batik mengantar 2 nasi kotak padang ke kamar saya, Dia pegawai staf Kemendiknas yang tugasnya membantu peserta bechmarking  selama di hotel, namanya Mas Sugeng. Dialah yang menghandel semua keperluan makan siang dan malam, kecuali makan pagi, karena makan pagi disediakan di hotel. 
Setelah menyerahkan 2 nasi kotak, mas Sugeng kembali ke ruang panitia, sambil berpesan ,
“Pak kalau ada kawan satu kamar datang tolong ke kamar 302 untuk ambil nasi,”
“Ya.. Mas.”
Beberapa jam kemudian, pintu kamar diketuk, kemudian saya buka, ternyata kawan lama peserta best practice yang asalnya dari Bali, namanya pak Putu. Dia satu kamar dengan saya. Kemudian saya kenalkan sama istri , anak dan pak Riswan.
Kira-kira jam 16.00, udara di luar agak mendung, segera  anak dan istri pulang.  Haru dan sedih  bercampur saat mau pisah dengan anak dan istri, biarpun air mata tak keluar tapi hati menangis untuk pisah sesaat dengan anak  istri untuk pergi ke luar negeri.
Detik-detik kepergian pulang , kupeluk anakku, “ Nak jangan nakal, ayah mau pergi, belajar ya” , kemudian kucium pipi anakku. Taklama kemudian saya pamit sama pak Putu tuk mengantar sampai teras hotel. Sedih rasanya, mengantar masuk mobil avanza B 1559 NKN, kemudian mobil melaju menuju jalan Duren Tiga dan keluar menuju arah semanggi.
Bersambung ........

pewarna alami

Daun Jati

OLEH : WIJIYONO , S.Pd.

Bahan pewarna

Aman untuk kesehatan

Untuk memperbaiki penampilan produk makanan, tak jarang orang menggunakan bahan pewarna sintetis. Padahal pemakaian bahan itu bisa membahayakan kesehatan manusia, karena beberapa diantara mengandung residu logam berat. Sebagai alternatif, daun jati kini merupakan tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber zat warna nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai zat pewarna yang cukup bagus mutunya, dan resiko lebih menguntungkan ditinjau dari segi kesehatan karena aman untui dikonsusmsi oleh manusia.


B

arangkali banyak masyarakat kita yang tak tahu akan bahaya pemakian zat pewarna sintetis dari produk makanan yang mereka konsumsi. Padahal beberapa, diantaranya zat pewarna jenis itu mengandung logam berat yang sangat membahayakan bagi kesehatan manusia. Makanya bisa dipahami kalau dinegara-negara tertentu, seperti AS dan Inggris, beberapa pewarna sintetis sudah dilarang penggunaannya. Malah beberapa pewarna sintetis makanan yang semula diizinkan, telah ditarik peredarannya di banyak negara karena diduga berbahaya dan mempunyai pengaruh buruk.

Ironisnya dinegara kita penggunaan pewarna sintetis ini kian marak saja. Dan ada kecenderungan terjadi penyalahgunaan dalam pemakaian bahan pewarna non nabati tersebut. Bahan pewarna untuk testil dan kulit misalnya, belakangan banyak digunakan untuk mewarnai bahan makanan. Tak heran, residu logam berat yang terkandung dalam zat pewarna bersangkutan, punya potensi besar untuk merusak kesehatan dan mengancam keselamatan manusia. Penyalahgunaan itu terjadi lantaran harga bahan pewarna sintetis relatif lebih murah, serta tidak adanya penjelasan dalam label perdagangan yang melarang penggunaan zat tersebut untuk bahan makanan.

Apalagi, dimata konsumen kehadiran zat pewarna sintetis tersebut juga memiliki keunggulan tersendiri dibandingknan pewarna nabati. Pewarna sintetis umpamnya, mempunyai sifat yang lebih stabil, cerah dan bervariasi daripada pewarna asal tumbuh-tumbuhan. Maka, tak heran kalau secara perlahan-lahan pewarna nabati ditinggalkan oleh pemakainya. Tepatnya bahan sintetis ini dikembangkan pada pertengahan abad ke 19.

Mudah di dapat

Bertolak dari dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan pewarna sintetis tersebut, perlu dikaji lebih mendalam mengenai pemanfaatan zat warna alami sebagai zat alternatif untuk pewarna . Hal ini dimungkinkan kalau kita dari akibat yang ditimbulkan dari pewarna sintetis berdampak buruk terhadap kesehatan. Apalagi


sekarang banyak makanan terutama makanan untuk anak anak yang beredar di pasaran.

Selasa, 24 Februari 2026

Mengapa di era digital strategi manajemen penting dalam mengelola sekolah ?

PENTINGNYA STRATEGI MANAJEMEN DALAM ERA DIGITALISASI SEKOLAH/MADRSAH
Era disrupsi digital menuntut lembaga pendidikan, termasuk Madrasah, untuk tidak sekadar "punya komputer" atau "pakai WhatsApp," tetapi melakukan transformasi menyeluruh. Tanpa strategi manajemen yang matang, digitalisasi hanya akan menjadi beban biaya tanpa dampak pada kualitas lulusan. Oleh karena itu, Pentingnya strategi manajemen dalam pengelolaan Madrasah berbasis digital: 1. Visi dan Roadmap yang Terarah Digitalisasi tanpa strategi sering kali terjebak pada proyek jangka pendek seperti hanya membeli tablet atau memasang Wi-Fi. Strategi manajemen berfungsi untuk: Menentukan prioritas kebutuhan (apakah fokus pada administrasi, kurikulum, atau sarana). Memastikan keberlanjutan program agar tidak mangkrak setelah pergantian kepala madrasah. 2. Efisiensi Tata Kelola Administrasi Manajemen digital yang strategis memungkinkan integrasi data melalui sistem satu pintu (Single Sign-On). Manfaatnya meliputi: Akurasi Data: Integrasi dengan EMIS (Education Management Information System) menjadi lebih cepat. Transparansi Keuangan: Pengelolaan dana BOS dan uang sekolah terpantau secara real-time, meminimalisir risiko penyimpangan. 3. Peningkatan Mutu Pembelajaran (E-Learning) Strategi manajemen memastikan bahwa teknologi benar-benar masuk ke ruang kelas, bukan sekadar di laboratorium komputer. Adaptasi Kurikulum: Memfasilitasi guru untuk menggunakan Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom atau Kemenag E-Learning. Personalisasi Belajar: Memungkinkan guru melacak progress tiap siswa secara individu melalui analitik data. 4. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Tantangan terbesar madrasah digital bukan pada mesin, melainkan orangnya. Strategi manajemen yang baik akan fokus pada: Pelatihan berkelanjutan bagi guru agar terbebas dari gagap teknologi (gaptek). Membangun budaya kerja digital yang kolaboratif dan inovatif. 5. Membangun Citra dan Komunikasi Publik Madrasah yang terkelola secara digital memiliki daya saing lebih tinggi di mata wali murid dan masyarakat.Kemudahan Akses: Orang tua bisa memantau nilai dan kehadiran anak melalui aplikasi ponsel. Branding: Publikasi prestasi madrasah di media sosial dan website secara profesional meningkatkan kredibilitas lembaga. Kesimpulan Strategi manajemen adalah "nahkoda" dalam transformasi digital Sekolah/Madrasah. Tanpa manajemen yang kuat, teknologi hanya akan menjadi pajangan. Namun dengan strategi yang tepat, Madrasah bisa sejajar dengan sekolah umum bertaraf internasional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai religiusnya.

Profil WIJIYONO

PROFIL WIJIYONO
Nama Dr. Wijiyono, S.Pd.,M.Si. Jenis Pegawai | Status Pegawai Negeri Sipil | Jabatan Akademik | Golongan Pengawas Ahli Madya | IV/B Email wijiyonogiovan@gmail.com Pendidikan S1 | FPMIPA Biologi IKIP Negeri Yogyakarta S2 / USU MIPA Biologi/ Mikrobiologi Universitas Sumatera Utara S3/ UNPAK / Manajemen Pendidikan Bogor

Senin, 23 Februari 2026

Learning of Environment



LEARNING OF ENVIRONMENT

In order to learn something, we don't have to use books all the time. Of course books can give us information, but there is another way to learn something by stimulating our senses WITH AROUND EVIRONMENT.while ourchild is walked out for observe something in environment. My child will ask to me about new something., then we will respon and answer of quation will be saved in the brains.Our brain needs stimulation from all of our senses, from our eyes, ears, skin, tongue and nose. So, by touching something, it will give information to the brain and the brain will receive that information and keep it in the data base. The more we stimulate our brain through our senses, the more information we get! So basically, we can learn from everything around us.

My little Giovan likes to play in the garden and he ask me about plant , colour whether it is touch the plant. Sometime he finds yellow leaves and he ask why leave is yellow ? while he is happy to see it. I can explain about the leavesl. How does it yellow or green,. So, he can remember how does he feel when she touched it.

By Dr.Wijiyono, S.Pd.,M.Si

Rabu, 16 September 2020

Edisi baru buku bakteri mangrove

BAKTERI MANGROVE 

PERAN DAN FUNGSINYA DALAM EKOSISTEM

Cetakan 1-2020, editor Imam
ISBN 978-623-6606-10-0
ukuran:14x20
diterbitkan : CV Madani Berkah Abadi
Redaksi: Jalan Beringin Raya, Griya Taman sari Kav, 12 
Denokan Maguwoharjo Yogyakarta
Telp. 0274 4530064/HP. PENULIS ; 081212921250

        Buku bakteri mangrove, edisi terbaru buku yang merupakan hasil penelitian di teluk tapian nauli. Berisikan tentang bagaimana pembaca dapat melihat keanekaragaman, bakteri dekomposisi peran dan fungsinya dalam perairan mangrove di pesisir pantai. Pembaca diajak mengerti untuk bagaimana kedudukan bakteri dalam daur Nutiient di perairan pesisir.

Jumat, 23 November 2012



DUBAI-MILAN

Jam 03.30 waktu dubai, kami bersiap-siap masuk pesawat,  dengan penerbangan EK-101 tujuan Dubai-MIlan. Pesawat tinggal landas menuju Milan jam 0.4.30 waktu dubai menuju bandara international  Malpensa (Milan).  Bandara ini merupakan bandara terbesar ke dua setelah bandara Roma. Penerbangan menuju Milan ditempuh selama 8 jam, selama perjalanan, hanya diiringi mimpi-mimpi indah mengenai kota Milan yang terkenal dengan kota yang unik dengan berbagai cerita legendaris pada abad 16. Kira-kira, kami sampai di Milan jam 12.00 siang. Selanjutnya kami menuju ke bagian pengecekan paspor lalu ke ruang pengambilan bagasi  untuk pengambilan barang. Tak lama kemudian kami keluar menuju parkiran bis di depan bandara Malpenza. Kami sudah ditunggu bis Lorenzo yang siap mengantarkan kami menuju ke kota Milan. Setelah semua berkumpul, kami dan rombongan naik bis meluncur ke kota Milan. Jarak tempuh dari bandara international Malpenza  ke kota Milan  selama 2 jam, yang melewati jalan tol Milano-Varese. Sepanjang jalan menuju Milan, banyak dilihat perkebunan anggur, bangunan tua yang indah , unik dan memiliki nilai seni yang tinggi menambah semarak perjalanku  menuju Kota Milan, yang ditambah suasana sejuk,  dan dingin mengingatkan kami sekarang di belahan bumi subtropik yang memiliki 5 musim. Cuaca yang cerah,  suhu antara 14-16 derajat celcius  yang menghantarku selama perjalanan.  Kadang-kadang terlihat di sisi kanan jalan nampak gulungan mulsa jerami gandum yang dibungkus plastik  bagaikan bola salju besar yang penting saat musim dingin. Mulsa ini digunakan sebagai cadangan makanan ternak saat musim dingin tiba.  Setelah 1,5 perjalanan, kami berhenti Aoutogrill (rest area) selama 15 menit. Kami masuk toko dan berjalan jalan menikmati suasana pertokoan untuk belanja. Kami  mencari oleh oleh asli Italia, ternyata di sini tidak dijual Pizza , yang ada hanya coklat dan souvenir. Harga di sini berkisar 4 sampai 30 euro. Coklat isi 10 dijual  5 euro atau berkisar 65 ribu rupiah. Sedang souvenir gantungan kunci dijual dengan harga 3 euro. Setelah cukup, kami  masuk ke bis , untuk melanjutkan perjalan ke kota Milan.  Jam 15.00. kami sampai di kota milan, dan langsung menuju ke Polytehnico Milano. Suasana saat itu, Hujan deras, sehingga kami harus menunggu hujan reda, mengingat jarak ke kampus harus ditempuh dengan jalan kaki, sementara bis di parkir jauh dari kampus. Sesampai di sana, kami disambut langsung oleh Mrs. Julia selvaciali, seorang dosen di polytehnico Milano. Kami di antar masuk ke ruangan dan dijamu  dengan makanan khas italia yaitu aneka roti dan jus. Setelah kami jajaki makanan dan minuman , kami duduk menunggu direktur  datang, Tak lama direktur datang, kami beserta rombongan bersalaman.  Kemudian pak direktur memampangkan presentasi mengenai profil, visi, misi dan prestasi Polytehnico Milano. Polytehnico Milano sebagai polytehnik yang tertua di  italia yang berdiri tahun 1865 yang mencetak scientis  dari S1 sampai S3 dari multi tehnik. Bahkan dosennya ada yang pernah meraih nobel,  dan menduduki  4 besar terbaik dunia. Setelah selesai pemaparan, diadakan tanya jawab, tukar menukar souvenir dan foto bersama.
Selanjutnya kami berpamitan, lalu menuju ke bis untuk melanjutkan perjalanan  ke Hotel Hilton untuk istirahat. Kami menginap di Kota Milan selama 1 hari.  Keesokan harinya, kami melanjutkan  perjalanan ke pusat perbelanjaan dan tempat tempat wisata di kota Milan. Sesuatu yang  teringat di pikiran saya saat makan pagi, tidak disediakan nasi, yang ada hanya roti, keju, telur , buah, kopi dan teh. Ini pengalaman kami yang membuat kami  agak canggung. Nasi sulit ditemukan,  hanya ada di restoran cina. Kami keluar hotel jam 08.00 pagi waktu Milan, dan suasana masih sepi , redup, dingin dan suhu berkisar antara 10-14  derajat celcius. Ada sebuah bis besar di depan hotel siap mengantar kami untuk  implentasi dan orentasi kota Milan. Sampai di kota Milan jam 08.30. Kemudian kami observasi kota Milan. Konon Milan  merupakan kota pusat busana, ekonomi dan keuangan di Italia. Kota Milan terletak di sebelah utara Italia di hamparan Lambardia yang merupakan kota termaju di Italia. Kami berkunjung ke perbelanjaan tua yang disebut Galleria Vittoria Emanuale di Pizzamo duomo dan mencicipi roti terkenal manisnya yaitu Panettone. Disini banyak ditemukan souvenir khas Milan, baju, kaos , tas dll. Victtoria Emanuale , seorang raja yang dapat mempersatukan bangsa italia. Kemudian kami melanjutkan ke Kastilsforza, sebuah bangunan tua yang bersejarah yang di dalamnya terdapat arpetak istana dan patung Michelangelo. Kemudian masuk ke musium Arkeologi, museum kuno dan museum alat musik. Kami sangat menikmati suasana Milan, saat itu udara sangat bersahabat, suhu 14-16 derajat, sedikit sinar cahaya matahari menyentuh kulit, menyebabkan terasa hangat di kala dingin. Jalan-jalan bersih, rapi, yang ditepinya selalu dipadati pejalan kaki. Sesaat, hiruk pikuk , silih berganti monerel dan bis saling datang pergi menghantarkan turis, gedung-gedung tua yang ikut menyemarakan indahnya kota Milan. Tak terasa jam sudah menunjukkan  17.00 waktu Milan, kami harus kembali ke bis, dan melanjutkan ke perjalanan ke Hotel Hilton untuk istirahat.  

Bersambung.........




Selasa, 20 November 2012


JAKARTA TO DUBAI AIRPORT

Tepat Jam 18.30 pesawat tinggal landas menuju Dubai. Perjalanan Jakarta-Dubai  di tempuh selama  8 jam. Ini suatu perjalananku yang paling lama selama  ini.  Sebuah perjalanan yang melelahkan  berbaur menyenangkan mengiringiku dalam setiap langkah menuju ke Milan. Untuk mengisi  waktu,   kami hanya main-main I pad, sekali-kali berusaha memejamkan mata untuk bisa tidur, tapi apa daya , mata tetap nggak bisa di ajak untuk tidur.Tak terasa, waktu udah menunjukkan  jam 02.00 malam waktu Dubai. Ini artinya 1 jam lagi saya akan sampai di Semenanjung Arab. Sambil menunggu waktu, hanya doa-doa yang kupanjatkan. Beberapa menit kemudian, salah satu awak maskapai Emirates Airways mengumumkan, “sebentar lagi sampai di Bandara Dubai International,  diharapkan para penumpang mengencangkan ikat pinggang”. Detik-detik mendaratnya pesawat, mengapa hatiku berdetak-detak ? apakah ini baru pertamaku menginjak Semenanjung  Arab?  Pitaku dalam hati. Tak lama kemudian  pesawat Emirates Airways Boing 7000 ER 300 mendarat di Bandara International Dubai.  Beberapa saat kemudian, seluruh penumpang keluar  dan langsung dijemput bis menuju ruang transit. Tak saya pikirkan sebelumnya, jarak ruang kedatangan  menuju ke ruang transit cukup jauh.  Kami sampai di Dubai International jam 03.00 malam. Sesuatu yang membuat saya kagum, padang pasir di semenanjung teluk  Persia yang begitu luas   telah disulap menjadi kota pantai yang begitu ramai dan mempesona. Sebuah pemandangan yang indah, kerlap kelip lampu  disertai gedung pecangkar langit yang dihiasi lampu  warna-warni menambah semangat dalam perjalananku sampai di Dubai. Kira-kira 10 menit perjalanan, saya sampai di ruang transit, kami dan rombongan langsung menuju ke pengecekan paspor, selanjutnya  menuju ruang tunggu. Perjalanan akan dilanjutkan ke Milan Naik Pesawat Emirates Airways jam 04.00  waktu Dubai. Jadi masih ada waktu 1 jam untuk melepaskan rasa lelah dan ngantuk, dan melenturkan otot kaki. Tak lama kemudian kami  bersama rombongan berjalan-jalan di sekitar ruang tunggu. Suasana malam sungguh menakjubkan, bagaikan jamur tumbuh di musim hujan, dengan hiruk pikuk manusia dari berbagai ras, negara yang menggunakan dubai sebagai kota transit, sehingga banyak orang berlalu- lalang untuk melakukan transaksi. Suasana menjadi ramai memadati supermarket  yang melayani pembeli selama 24 jam. Di lokasi ini dijumpai barang-barang berkelas dunia.  Mulai emas asli Dubai, dasi italia, sepatu , parfum asli perancis dll. Transaksi hanya bisa dilakukan dengan uang dinar, Euro dan dollar Amerika. Suasana malam itu ,  bagaikan Supermall  yang  dipadati orang  belanja. 


Bersambung .......

Senin, 19 November 2012


Sambungan bagian 2

PEMBERANGAKATAN MENUJU DUBAI

Sabtu pagi  tanggal 22 september 2012, Sehabis makan pagi, kami bersama rombongan berjalan-jalan di sekitar hotel menuju ke jalan Duren Tiga dan pasar minggu hingga sampai ke Pancoran sambil menikmati  suasana pagi di Jakarta,  kebetulan sabtu merupakan hari libur sehingga banyak ditemui orang  jalan pagi. Kami duduk sebentar menghilangkan rasa capek dan penat kaki, selanjutnya kami dan rombongan berbalik arah menuju ke jalan pasar Minggu untuk Kembali ke hotel Kaisar.  Kira-kira jam 0.9.00, kami sampai di hotel dan duduk-duduk di lobi hotel menunggu informasi kegiatan dari panitia. Memanfaatkan waktu senggang, kami bersama rombongan  sekali-kali  ceprat cepret dengan gayanya yang klasik. Tak lama kemudian, Mas Sugeng datang, dan menginformasikan semua peserta benchmarking segera kumpul di ruang 301 lantai 1, untuk menerima pengarahan dari pak Wastandar. Beliau sebagai pimpinan program benchmarking ke Eropa. Tak lama kemudian peserta masuk ruangan,  dan bertemu  dengan pak Rahmansyah. Beliau sebagai team yang mengatur perjalanan kami selama di Eropa. Beberapa menit kemudian, pak Wastandar datang, yang di dampingi oleh mas Jaka dan mbak Titah, sebagai perwakilan dari Kemendiknas. Acara meeting dimulai jam 11.00, diakhiri jam 12.00 siang. Acara selanjutnya  pembagian paspor, visa dan tas untuk perjalanan. Usai penyerahan dokumen perjalanan, kami bergegas masuk ke kamar untuk persiapan pemberangkatan. Kami diberi waktu hanya 15 menit untuk siap-siap, dan harus kumpul di lobi sambil membawa koper masing-masing. Kemudian kami sambil duduk-duduk di lobi menunggu jemputan datang. Tak lama kemudian bis Cipaganti meluncur dari depan hotel, masuk di plataran hotel. Kemudian seorang pegawai hotel menghampiri kernet. Pegawai hotel, kemudian balik menuju ke lobi, dan memberitaukan  mobil jemputan sudah datang. Lalu kami dan rombongan bergegas menuju  bis.
 Kira-kira jam 13.00 bis berangkat menuju ke bandara Sukarno-Hatta. Selama perjalanan kami ditemani pihak panitia, yaitu Mas Sugeng dan Mas Wahyu. Beliau berdua yang bertanggung jawab masalah pemberangkatan  dan kepulangan nanti sampai di Indonesia. Tepat jam 15.00 kami  sampai di bandara dan dikumpulkan di di depan Gate 2A pemberangkatan ke luar negeri. Di sana sudah ditunggu  mas Niman dan mas Sopyan, Dia yang membantu pengurusan masalah  bagasi saat di bandara.  Jam 17.00, Kami cek in  dan harus antri satu-satu untuk pengecekan paspor diplomatik, alhamdulillah lancar dan cepat. Setelah selesai kami menuju ke tempat tunggu pemberangkatan pesawat Emirates Airways Gate E8 jurusan Milan transit di Dubai Uni Emirate Arab. Pesawat akan terbang jam 18.30 sore,  jadi masih ada waktu untuk melepas lelah, saya rebahkan  badan dan letakan tas jinjing sambil  menunggu waktu, kupejamkan mataku, tapi sulit terpejam. Mungkinkah karena angan-anganku tuk sampai  tanah jazirah Arab, yang konon merupakan tanah bersejarah umat islam. Jam 16.30, semua penumpang masuk ke pesawat Boeng 7000 ER 300, semua antri dan masuk satu persatu melewati pintu utama sambil memegangi tiket. Saya mendapat kursi 25 E yang dekat jendela, suatu tempat yang nyaman. Kami masuk ke pesawat dan di sambut dengan ramah pramugari, pramugara yang berpakaian sopan sehingga menambah senang perjalananku ke Eropa.  Setelah masuk pesawat,  sebuah pesawat berbadan lebar dengan fasilitas lengkap akan menemaniku dalam perjalanan ke Milan Italia. Suasana nyaman, tenang, sekali kali diiringi senyuman pramugari pramugara yang manis, sambil menawarkan makanan dan minuman selama penerbangan. 


Bersambung........

Senin, 12 November 2012

Perjalananku di Dua negara


Jumat, tanggal 21 september 2012, suasana yang tenang, terang dan sedikit mendung.  Habis sholat jum’at, jam 14.00, Suasana indah mengantar kepergian saya ke Jakarta.  Bersama pak Riswan, salah satu kawan saya mengantar sampai  di hotel  berbintang di jalan Duren tiga. Tak lupa , istri, anak dan pengasuh anak saya turut mengantar sampai sana. Bersama Avanza B.1559 NKN  keluaran terbaru,  langsung meluncur dan masuk pintu tol Balaraja timur menuju ke hotel kaisar, dan keluar tol Mampang, menuju jalan pasar Minggu. Kira-kira 1 jam kami sampai dan, kami disambut oleh petugas hotel.
Tak lama salah satu dari petugas hotel menghampiri dan menanyakan
“ Bapak dari mana ?”.
“Kemendiknas, Pak.”
 Langsung saya diantar masuk hotel. Barang-barang di bawa dan masuk lift naik ke lantai 5, beberapa detik kami sampai di depan kamar. Tertulis kamar 521. Itulah kamar menginap selama 2 hari. Kemudian saya masuk, sebuah kamar yang indah lengkap dan bersih udah menunggu dan menemani saya selama 2 hari, ini adalah anugrah yang sebelumnya tak terpikirkan.
Kemudian bersama anak saya, Giovan bercerita,  sambil melihat TV yang tertata di pojok kamar. Waktu itu, sungguh kami bisa menikmati suasana hotel bersama keluarga.Taklama kemudian, terdengar suara pintu diketuk tiga kali.
“ Permisi “, lalu saya bergegas membuka, seorang laki-laki berbaju batik mengantar 2 nasi kotak padang ke kamar saya, Dia pegawai staf Kemendiknas yang tugasnya membantu peserta bechmarking  selama di hotel, namanya Mas Sugeng. Dialah yang menghandel semua keperluan makan siang dan malam, kecuali makan pagi, karena makan pagi disediakan di hotel.
Setelah menyerahkan 2 nasi kotak, mas Sugeng kembali ke ruang panitia, sambil berpesan ,
“Pak kalau ada kawan satu kamar datang tolong ke kamar 302 untuk ambil nasi,”
“Ya.. Mas.”
Beberapa jam kemudian, pintu kamar diketuk, kemudian saya buka, ternyata kawan lama peserta best practice yang asalnya dari Bali, namanya pak Putu. Dia satu kamar dengan saya. Kemudian saya kenalkan sama istri , anak dan pak Riswan.
Kira-kira jam 16.00, udara di luar agak mendung, segera  anak dan istri pulang.  Haru dan sedih  bercampur saat mau pisah dengan anak dan istri, biarpun air mata tak keluar tapi hati menangis untuk pisah sesaat dengan anak  istri untuk pergi ke luar negeri.
Detik-detik kepergian pulang , kupeluk anakku, “ Nak jangan nakal, ayah mau pergi, belajar ya” , kemudian kucium pipi anakku. Taklama kemudian saya pamit sama pak Putu tuk mengantar sampai teras hotel. Sedih rasanya, mengantar masuk mobil avanza B 1559 NKN, kemudian mobil melaju menuju jalan Duren Tiga dan keluar menuju arah semanggi.
Bersambung ........
Share this post :

Penyakit penggerek batang